GAMBARAN UMUM DINAS KESEHATAN KABUPATEN KOLAKA
- Keadaan Geografi
Kabupaten Kolaka memiliki luas wilayah daratan 2.960,73 km² dan wilayah lautan + 15.000 km2. Posisi geografis wilayah Kabupaten Kolaka sebagai berikut:
-
- Sebelah Utara: Kabupaten Kolaka Utara dan Kolaka Timur
- Sebelah Timur: Kabupaten Kolaka Timur
- Sebelah Selatan: Kabupaten Bombana
- Sebelah Barat: Provinsi Sulawesi Selatan di Teluk Bone
Kabupaten Kolaka terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 59 Tahun 1959. Sejak berdiri sebagai Kabupaten hingga saat ini, Kabupaten Kolaka telah dua kali dimekarkan menjadi wilayah daerah otonom baru yaitu Kabupaten Kolaka Utara dan Kabupaten Kolaka Timur.
Wilayah Kabupaten Kolaka saat ini terdiri dari 12 kecamatan dengan batas wilayah masing-masing kecamatan dapat dilihat pada gambar 1:
Gambar 1
Peta Wilayah Kabupaten Kolaka
Jika diurutkan dari yang terluas, maka kecamatan yang terluas adalah Kecamatan Samaturu (22,65%), Kecamatan Wolo (11,97%), Kecamatan Watubangga (10,91%), Kecamatan Iwoimendaa (8,77%), Kecamatan Tanggetada (8,40%), Kecamatan Pomalaa (8,06%), Kecamatan Latambaga (7,69%), Kecamatan Wundulako (5,64%), Kecamatan Kolaka (4,34%), Kecamatan Polinggona (4,26%), Kecamatan Baula (3,68%), dan Kecamatan Toari (3,64%)
Kabupaten Kolaka saat ini terbagi menjadi 12 Kecamatan 135 desa dan kelurahan dengan rincian 100 desa dan 35 kelurahan, secara detail dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1
Distribusi Desa dan Kelurahan Menurut Kecamatan
Di Kabupaten Kolaka Tahun 2024
| NO | KECAMATAN | JUMLAH | |||
| DESA | KELURAHAN | DESA + KELURAHAN | |||
| 1 | 2 | 4 | 5 | 6 | |
| 1 | Iwoimendaa | 10 | – | 10 | |
| 2 | Wolo | 12 | 2 | 14 | |
| 3 | Samaturu | 17 | 2 | 19 | |
| 4 | Latambaga | – | 7 | 7 | |
| 5 | Kolaka | – | 7 | 7 | |
| 6 | Wundulako | 5 | 6 | 11 | |
| 7 | Baula | 9 | 1 | 10 | |
| 8 | Pomalaa | 8 | 4 | 12 | |
| 9 | Tanggetada | 13 | 1 | 14 | |
| 10 | Polinggona | 6 | 1 | 7 | |
| 11 | Watubangga | 11 | 3 | 14 | |
| 12 | Toari | 9 | 1 | 10 | |
| JUMLAH (KABUPATEN) | 100 | 35 | 135 | ||
2. Keadaan Demografi
a. Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Kolaka pada tahun 2021 s/d 2023 mengalami kenaikan sekitar 0.8% per tahun, kemudian pada tahun 2024 naik sekitar 0,5%. Jumlah penduduk ini berdasarkan hasil proyeksi Dinas Kesehatan. Adapun jumlah penduduk selama 4 tahun terakhir dapat dilihat pada grafik 1.
Grafik 1
Pertumbuhan Penduduk Kolaka tahun 2021-2024
Secara umum trend pertumbuhan penduduk adalah positif artinya ada penambahan setiap tahunnya. Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, jumlah penduduk laki-laki pada tahun 2024 lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk wanita. Lebih jelasnya perbandingan jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada grafik 2.
Grafik 2
Jumlah Penduduk berdasarkan Jenis Kelamin
Di Kabupaten Kolaka Tahun 2024

Untuk penyebaran penduduk di masing-masing kecamatan di Kabupaten Kolaka tahun 2024, sebagaimana terlihat pada grafik 3.
Grafik 3
Jumlah Penduduk Kabupaten Kolaka
menurut Kecamatan Tahun 2024

Persebaran penduduk per kecamatan di Kabupaten Kolaka sebagaimana umumnya terbanyak pada wilayah perkotaan yaitu Kecamatan Kolaka yang merupakan ibukota Kabupaten Kolaka sebanyak 41.260 jiwa atau sebesar 16,7% dari total penduduk Kabupaten Kolaka. Sedangkan wilayah kecamatan yang jumlah penduduknya paling sedikit yaitu Kecamatan Polinggona sebanyak 6.073 jiwa atau hanya berkisar 2,5% dari total jumlah penduduk Kabupaten Kolaka, karena memang letak Kecamatan Polinggona ini cukup jauh dari kota dan merupakan wilayah pemekaran dari kecamatan Watubangga. Persebaran penduduk di Kabupupaten Kolaka ini sama seperti daerah lain pada umumnya dimana di wilayah perkotaan tentunya jumlah penduduknya lebih banyak karena merupakan pusat kegiatan perekonomian warga lebih banyak.
Komposisi penduduk Kabupaten Kolaka berdasarkan Jenis kelamin dan kelompok umur tahun 2024 dapat pada grafik 4.
Grafik 4 Piramida Penduduk Golongan Umur Per jenis kelamin Kabupaten Kolaka Tahun 2024
Grafik 4 menunjukkan bahwa jumlah penduduk usia muda masih tinggi dan terlihat pada grafik piramida penduduk yang mana pada bagian bawah lebih besar dibanding usia yang lebih tua. Usia balita sampai remaja (5-14 tahun) merupakan kelompok usia tertinggi baik laki-laki maupun perempuan. Jumlah golongan penduduk usia tua juga cukup bermakna. Hal ini dapat dimaknai dengan meningkatnya Usia Harapan Hidup dimana tahun 2023 sebesar 73,54 tahun naik menjadi 73,68 tahun pada tahun 2024, hal ini seiring dengan meningkatnya taraf hidup dan kondisi kesehatan masyarakat. Akan tetapi peningkatan ini juga dapat dimaknai sebagai beban karena kelompok usia tua sudah tidak produktif lagi.
b. Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk menunjukkan rata-rata jumlah penduduk per kilometer persegi. Semakin besar angka kepadatan penduduk menunjukkan semakin padat penduduk yang mendiami wilayah tersebut. Rata-rata Kepadatan penduduk di Kabupaten Kolaka tahun 2024 sebesar 70 jiwa per km2 yang berarti meningkat dari tahun lalu yang sebesar 70 jiwa per km2. Kepadatan penduduk berguna sebagai acuan dalam rangka mewujudkan pemerataan dan persebaran penduduk.
Untuk mengetahui gambaran jumlah penduduk per kecamatan dapat dilihat pada gambar 2:
Pada Gambar 2 di atas rata-rata kepadatan penduduk masing-masing Kecamatan di Kabupaten Kolaka secara umum belum merata. Wilayah terpadat adalah di Kecamatan Kolaka dan Kecamatan Toari sebesar 190 jiwa/km2, untuk kecamatan kolaka karena memang jumlah penduduknya yang terbanyak dan merupakan ibukota Kabupaten Kolaka, sedangkan Kecamatan Toari karena luas wilayahnya yang sangat kecil yakni 52,54 km2 yang merupakan Kecamatan dengan luas wilayah terkecil di Kabupaten Kolaka, sehingga kepadatan penduduknya menjadi tinggi. Wilayah Kecamatan dengan tingkat kepadatan penduduk terendah yakni di Kecamatan Tanggetada sebesar 38 jiwa/km2, Wolo 40 jiwa/km2 dan Iwoimendaa sebesar 42 jiwa/km2. Untuk pemerataan penduduk di Kabupaten Kolaka dapat digunakan cara, antara lain: pemerataan lapangan kerja dengan mengembangkan industri non sumber daya alam, terutama untuk kecamatan yang memiliki wilayah yang luas tetapi penduduknya kurang; pengendalian jumlah penduduk dengan menurunkan jumlah kelahiran melalui program keluarga berencana atau pencegahan pernikahan pada usia dini.
Tingkat kepadatan penduduk di suatu wilayah tentunya mempengaruhi status Kesehatan masyarakatnya baik secara fisik maupun mental.
Perumahan dengan kepadatan tinggi yang dibangun dengan buruk atau penataannya buruk juga dapat menyebabkan masalah, seperti:
-
- Ventilasi dan insulasi yang buruk.
- Kurangnya sinar matahari.
- Ruang terbuka publik dan pribadi yang tidak memadai.
- Paparan polutan.
- Kebisingan yang mengganggu.
Kepadatan yang lebih tinggi dapat menimbulkan stres dan isolasi sosial, yang sering dikaitkan dengan depresi dan gangguan kecemasan (pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Review, sebuah tinjauan diterbitkan di International Journal of Environmental Research and Public Health pada 2022).
c. Rasio Beban Tangungan
Angka Beban Tanggungan (Dependency Ratio) adalah angka yang menyatakan perbandingan antara banyaknya orang yang tidak produktif (umur di bawah 15 tahun dan umur 65 tahun ke atas) dengan banyaknya orang yang termasuk umur produktif (umur 15-64 tahun). Secara kasar perbandingan angka beban tanggungan menunjukkan dinamika beban tanggungan umur produktif terhadap umur non produktif. Semakin tinggi persentase dependency ratio menunjukkan semakin tinggi beban yang harus ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi. Sedangkan persentase dependency ratio yang semakin rendah menunjukkan semakin rendahnya beban yang ditanggung penduduk produktif untuk membiayai penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi.
Berdasarkan data yang tersedia, di Kabupaten Kolaka pada tahun 2024 Angka Beban Tanggungan (Dependency Ratio) adalah 49, angka ini lebih rendah dibanding data 2 tahun sebelumnya yakni 50. Jumlah penduduk usia produktif sebesar 165.986 jiwa dan usia tidak produktif berjumlah 81.154 jiwa. Peningkatan angka beban tanggungan ini karena jumlah usia produktif semakin meningkat yang tentunya sejalan dengan tingkat kemandirian penduduknya.
Tabel 2 Angka Beban Tanggungan dan Rasio Jenis Kelamin Menurut Jenis Kelamin & kelompok Usia Produktif dan Non Produktif di Kabupaten Kolaka Tahun 2024
No
|
Usia
|
Laki-laki
|
Perempuan |
Jumlah
|
Rasio Jenis Kelamin |
| 1 | 0 – 14 Tahun | 36.397 | 33.605 | 70.002 | 108 |
| 2 | 15 – 64 Tahun | 84.259 | 81.727 | 165.986 | 103 |
| 3 | 65 Tahun Keatas | 5.622 | 5.530 | 11.152 | 102 |
|
Jumlah |
126.278 | 120.862 | 247.140 | 104 | |
| Angka Beban Tanggungan | 50 | 48 | 49 | ||
Sumber : Subbag. PIH Dinkes (Jumlah Penduduk estimasi)
Pada Tabel 2 menunjukkan Angka Beban Tanggungan penduduk Kabupaten Kolaka pada tahun 2024 sebesar 49. Hal ini berarti bahwa setiap 100 orang penduduk Kolaka yang produktif, disamping menanggung dirinya sendiri, juga menanggung 49 orang yang belum/sudah tidak produktif lagi. Angka beban tanggungan laki-laki lebih tinggi dari pada perempuan.
3. Sasaran Pembangunan Kesehatan
Pembangunan kesehatan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pencapaian derajat kesehatan yang optimal bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan saja, namun sektor terkait lainnya seperti sektor pendidikan, sektor ekonomi, sektor sosial dan pemerintahan juga memiliki peranan yang cukup besar. Untuk mendukung upaya tersebut diperlukan ketersediaan data mengenai penduduk sebagai sasaran program pembangunan kesehatan.
Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka, data sasaran pembangunan kesehatan ditetapkan melalui Keputusan Bupati Kolaka Nomor 188.45/164/2024 tentang Penetapan Sasaran Program Pembagunan Kesehatan Kabuoaten Kolaka Tahun 2024.
Tabel 3 Penduduk Sasaran Program Pembangunan Kesehatan Kabupaten Kolaka Tahun 2024
No. |
SASARAN PROGRAM |
KELOMPOK UMUR |
JENIS KELAMIN |
JUMLAH |
|
LAKI-LAKI |
PEREMPUAN |
||||
| 1 | Jumlah Penduduk |
Semua umur |
126.278 | 120.862 | 247.140 |
| 2 | Ibu Hamil | 4.526 | 4.526 | ||
| 3 | Ibu Melahirkan/Nifas | 4.293 | 4.293 | ||
| 4 | Surviving Infant | 0 Tahun | 2.073 | 2.003 | 4.076 |
| 5 | Bayi | 0 Tahun | 2.102 | 2.030 | 4.132 |
| 6 | Baduta | 0-1 Tahun | 3.943 | 3.730 | 7.673 |
| 7 | Batita | 0-2 Tahun | 6.225 | 5.823 | 12.048 |
| 8 | Balita | 0-4 Tahun | 11.030 | 10.286 | 21.316 |
| 9 | Anak Balita | 1-4 Tahun | 8.928 | 8.256 | 17.184 |
| 10 | Usia Prasekolah | 5-6 Tahun | 4.596 | 4.266 | 8.862 |
| 11 | Anak Usia SD | 7-12 Tahun | 15.467 | 14.197 | 29.664 |
| 12 | Usia Remaja | 15-19 Tahun | 9.930 | 9.526 | 19.456 |
| 13 | Usia Belum Produktif | 0-14 Tahun | 36.397 | 33.605 | 70.002 |
| 14 | Usia Produktif | 15-59 Tahun | 80.830 | 78.432 | 159.262 |
| 15 | Usia Lanjut Non Risti | 60-69 Tahun | 5.736 | 5.566 | 11.302 |
| 16 | Usia Lanjut Risiko Tinggi | 70+ Tahun | 3.317 | 3.246 | 6.563 |
Sumber : Subag Program, Informasi dan Humas Dinas Kesehatan
Data penduduk sasaran program sangat diperlukan bagi pengelola program terutama untuk menyusun perencanaan (tahunan dan 5 tahunan) serta evaluasi hasil pencapaian upaya kesehatan yang telah dilaksanakan. Dalam perencanaan biasanya diperlukan untuk menghitung sasaran, menyusun rencana kegiatan serta kebutuhan sumber daya dalam pelaksanaan kegiatan.







