Posyandu merupakan singkatan dari Pos Pelayanan Terpadu yang merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dilaksanakan oleh, dari dan bersama masyarakat, untuk memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat guna memperoleh pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi dan anak balita. Kebijakan saat ini posyandu telah bertransformasi menjadi Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) dimana posyandu bukanlah semata untuk bayi, balita, dan ibu, melainkan saat ini sudah berbasis Siklus Hidup dimana menyasar semua usia dan kelompok yakni ibu hamil dan menyusui, bayi dan balita, usia sekolah dan remaja, serta usia produktif dan lanjut usia. Melalui Posyandu, layanan sosial dasar bidang kesehatan untuk seluruh siklus hidup menjadi lebih dekat ke Masyarakat.
Salah satu kendala dalam penerapan posyandu adalah masih kurang aktifnya peran masyarakat baik sebagai penggerak maupun sebagai pengguna layanan di posyandu. Hal ini diperlukan peran serta stakeholder dalam masyarakat dalam mengkatifkan kegiatan posyandu berbasis Siklus Hidup.
Guna mendorong keaktifan posyandu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka kembali menggelar kegiatan Gerakan Aktifkan Posyandu yang dilaksanakan di Desa Totobo Kecamatan Pomalaa pada tanggal 19 September 2025 kemarin. Dengan melibatkan berbagai unsur stakeholder antara lain DPRD Kab. Kolaka, Pemerintah Kecamatan Pomalaa, Pemerintah Desa Totobo, TP-PKK Kecamatan Pomalaa, Puskesmas Pomalaa, serta unsur TNI dan Polri, acara ini sukses digelar. Hal ini terbukti dengan tingginya antusiasme masyarakat Desa Totobo yang hadir untuk mengikuti kegiatan ini.
Kegiatan ini diawali dengan senam Sehat dan konsumsi sarapan bergizi bersama, yang kemudian dilanjutkan dengan acara pembukaan. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Kolaka dr. Muhammad Aris, S.Ked., M.KM. Dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi bagi seluruh masyarakat dan stakeholder yang hadir untuk mendukung kegiatan ini. Beliau kembali menegaskan bahwa Posyandu bukan hanya menjadi tanggung jawab unsur kesehatan, tetapi menjadi tanggungjawab kita semua, butuh koordinasi dan kolaborasi yang baik agar posyandu ini dapat berjalan secara aktif. Ditambahkannya bahwa perlu ada inovasi dari Pemerintah Desa dalam mendorong keaktifan posyandu, misalnya jadikan hari posyandu ini menjadi hari besarnya desa, dengan demikian semua hal-hal yang kiranya akan dilaksanakan di desa, jika memungkinkan dapat disatukan pelaksanaanya pada saat jadwal posyandu sehingga dengan sendirinya kunjungan akan meningkat.
Dalam kesempatan ini Camat Pomalaa RAHMAT HIDAYAT GAVOER, SE.,M.Si juga kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengaktifkan posyandu, harapannya bahwa tidak ada lagi kunjungan rumah oleh petugas posyandu karena tidak hadirnya masyarakat di posyandu.
Sebagai bentuk dukungan dari legislatif dalam pelaksanaan posyandu, turut hadir anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kolaka Firlan Muharram Alimsyah, S.Pd. Beliau menegaskan bahwa kehadirannya dalam kegiatan ini adalah bentuk supporting DPRD Kab. Kolaka untuk program-program kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, termasuk kegiatan posyandu ini.
Kegiatan dilanjutkan dengan Deklarasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Dipandu oleh Nirwani, SE selaku Kepala Desa Totobo, seluruh peserta dan tamu undangan mendeklarasikan Germas secara simbolis dengan mengkonsumsi buah yang telah disediakan oleh panitia. Aksi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi buah dan sayur setiap hari demi kesehatan yang lebih baik. Hal ini menekankan pentingnya menjadikan konsumsi buah sebagai budaya dan kebiasaan di tengah masyarakat untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat.
Dalam kegiatan ini juga berlangsung kegiatan posyandu yang diikuti oleh para peserta, dimana posyandu siklus hidup ini juga terdiri dari 5 langkah yakni:
- Pendaftaran:Pendataan peserta dan penapisan risiko melalui wawancara.
- Penimbangan dan Pengukuran:Pengukuran berat badan, tinggi badan, dan pengukuran lain yang sesuai dengan kelompok usia.
- Pencatatan:Pencatatan hasil pengukuran, termasuk dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
- Penyuluhan Kesehatan:Pemberian edukasi dan konseling kesehatan oleh kader dan tenaga medis.
- Pelayanan Kesehatan:Pemberian pelayanan sesuai kebutuhan, seperti imunisasi, vitamin, atau rujukan.
Khusus untuk sesi penyuluhan disampaikan oleh Kepala Puskesmas Pomalaa dr. Hj. Alryani Hamzah dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kab. Kolaka Ruhaedah, SKM., MPH.
Disini juga panitia menyediakan souvenir bagi para peserta yang hadir berupa mug, kotak makan, tumbel, dan lain-lain.
Dinas Kesehatan berharap bahwa dengan adanya kegiatan ini bisa memberikan stimulus bagi masyarakat untuk senantiasa hadir setiap kegiatan posyandu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sehingga akan semakin meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Humas Dinkes







