Dinkes mengevaluasi pelaksanaan Intervensi Gizi Spesifik Stunting di Kab. Kolaka

Stunting adalah salah satu masalah gizi yang berdampak buruk terhadap kualitas hidup anak dalam mencapai titik tumbuh kembang yang optimal sesuai potensi genetiknya. Chilhood stunting atau tubuh pendek pada masa anak-anak merupakan akibat dari kekurangan gizi kronis atau kegagalan pertumbuhan di masa lalu dan digunakan sebagai indikator jangka panjang untuk gizi kurang pada anak. (Kemenkes RI, 2015). Beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian stunting antara lain, berat badan lahir, panjang badan lahir, usia kehamilan, pola asuh ibu, serta konsumsi gizi sejak masa kehamilan. Oleh karenanya perlu perhatian khusus utamanya pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Dalam upaya penanganan stunting, dikenal ada 2 jenis intervensi yakni intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. Intervensi Gizi Spesifik merupakan Intervensi yang ditujukan kepada anak dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kegiatan ini umumnya dilakukan oleh sektor kesehatan. Intervensi spesifik bersifat jangka pendek, hasilnya dapat dicatat dalam waktu relatif pendek. Intervensi ini berkontribusi sekitar 30% dalam penanganan stunting. Sedangkan Intervensi Gizi Sensitif merupakan Intervensi yang ditujukan melalui berbagai kegiatan pembangunan diluar sektor kesehatan. Sasarannya adalah masyarakat umum, tidak khusus untuk 1.000 HPK. Intervensi ini berkontribusi dominan yakni mencapai 70% dalam penanganan stunting.

Sebagai langkah untuk mengukur keberhasilan dari pelaksanaan intervensi tersebut, Kabupaten Kolaka melalui Dinas Kesehatan kali ini melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan intervensi gizi spesifik.

Kegiatan yang berlangsung di gedung pertemuan Hotel Sutan Raja Kolaka pada hari jumat 28 November 2025 dibuka oleh Sekretaris Daerah Kab. Kolaka yang diwakilkan oleh Asistem Pemerintahan dan Kesra Marsukat Riadi, SIP., M.Si. Dalam sambutannya disampaikan bahwa pemerintah pusat melalui Program Prioritas Cepat Terbaik Presiden seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) menunjukkan keseriusan pemerintah dalam pencegahan masalah gizi. demikian pula dengan Pemerintah Kabupaten Kolaka telah melakukan berbagai upaya pencegahan stunting melalui intervensi spesifik dan sensitif namun penurunan stunting belum mencapai target nasional yaitu 14%. Meskipun demikian upaya percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Kolaka mendapat apresiasi dari pemerintah pusat dan provinsi hal ini dibuktikan bahwa penilaian kinerja stunting berada pada peringkat i dari 17 kabupaten/kota selama 2 tahun berturut-turut. hal ini mejadi bukti bahwa pencegahan stunting di Kabupaten Kolaka masih menjadi prioritas, baik dari sisi program,  kegiatan maupun penganggaran. selain itu, juga menjadi bukti nyata kolaborasi yang semakin kuat antar semua pihak dalam upaya pencegaha stunting, olehnya itu saya sangat mengapresiasi kinerja kita semua dan juga atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai wujud kepedulian kita terhadap masalah stunting.

Beliau kemudian menekankan beberapa hal dalam kesempatan ini antara lain (1) perkuat koordinasi dan kolaborasi, (2) tingkatkan kualitas data, (3) optimalkan penggunaan anggaran, (4) libatkan masyarakat, dan (5) lakukan inovasi.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari lintas sektor yang terkait dalam upaya penanganan stunting, antara lain Kementerian Agama, Bappeda, Dinas PP & KB, TP-PKK, beberapa OPD pengampu stunting, Ketua Organisasi Aisyiah, Direktur RSBG, Kepala Puskesmas, serta beberapa undangan lainnya yang terkait. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Kolaka dr. Muhammad Aris, S.Ked, M.KM selaku narasumber dalam kegiatan ini memaparkan capaian pelaksanaan intervensi spesifik bidang kesehatan. Kemudian dari Dinas PP dan KB, Muh. syafruddin Wahid, SE turut membawakan materi terkait ketersediaan data kelurga yang berisiko stunting yang mendapatkan pendampingan.

Upaya-upaya pencegahan dan penurunan stunting khususnya di Kabupaten Kolaka terus digalakkan baik melalui intervensi gizi spesifik maupun intervensi gisi sensitif, dengan tujuan untuk semakin menekan angka kejadian stunting.

 

Humas Dinkes


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

April 2026
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930